Artikel Kesehatan

hotline

urinee

Urine bukanlah sekedar produk limbah dari tubuh. Berbagai tes kesehatan dilakukan dengan memanfaatkan urine. Bahkan warna urine dapat dijadikan indikator kesehatan. Bagaimana caranya?

Urine merupakan produk limbah dari tubuh yang tidak mengandung racun. Urine mengandung 95 persen air, 2,5 persen urea dan sisanya 2,5 persen merupakan peleburan hormon, enzim, garam dan mineral.

Urine normal biasanya akan berwarna kuning bercahaya, karena merupakan hasil ekskresi (pengeluaran) pigmen yang ditemukan dalam darah yang disebut urochrome. Tapi urine bisa berubah warna, sesuai dengan makanan atau penyakit yang diderita seseorang.

Seperti dilansir dari health.detik.com, Selasa (16/7/2019), berikut beberapa warna urine dan indikasinya:

A. Warna jernih atau tidak berwarna

  1. Terlalu banyak minum cairan. Hati-hati, jangan terlalu banyak minum karena juga bisa membahayakan tubuh. Minum air disesuaikan dengan berat badan (berat badan 60 kg berarti minum 2 liter air per hari).
  2. Gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Tapi ini biasanya ditandai dengan gejala lain, yaitu menguning, kulit kuning, mual, muntah, demam dan kelelahan.


B. Warna kuning cerah atau neon
     Suplemen vitamin yang diminum terlalu berlebihan atau tidak diserap oleh tubuh.

C. Warna kuning gelap atau emas
     Dehidrasi. Perbanyak minum, tapi sesuaikan dengan berat badan Anda, jangan sampai justru minum berlebihan.

D. Warna merah muda atau merah

  1. Terdapat darah di urin dari ginjal atau infeksi kandung kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, maka segera konsultasi ke dokter.
  2. Makan makanan berwarna merah atau merah muda terlalu banyak, seperti bit, berry atau pewarna makanan.
  3. Efek samping dari beberapa obat pencahar.


E. Warna oranye atau jingga

  1. Efek samping obat
  2. Makan terlalu banyak jeruk atau makanan merah, seperti bit dan biji-bijian atau makanan dengan pewarna buatan.
  3. Dehidrasi


F. Warna biru atau hijau

  1. Efek samping obat tertentu
  2. Makan makanan hijau terlalu banyak, seperti asparagus atau makanan dengan pewarna buatan biru atau hijau.


G. Warna coklap gelap atau seperti teh

  1. Gangguan hati, terutama jika disertai dengan tinja berwarna pucat dan kulit kuning
  2. Efek samping obat tertentu


H. Warna berawan atau keruh

  1. Infeksi saluran kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, maka segera konsultasi ke dokter.
  2. Batu ginjal, biasanya disertai dengan rasa sakit yang lain, segera konsultasikan ke dokter.
  3. Terlalu banyak makan asparagus.

 

Diedit oleh : M.Ridwan.Hidayatuloh

04 Juli 2019, 09:16 WIB

Sumber : doktersehat.com, lifestyle.okezone.com

 8 sarapan sehat penambah energi di pagi hari

Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (04/07/2019), Karena bangun kesiangan atau khawatir akan terkena kemacetan, banyak orang yang akhirnya memilih untuk tidak sarapan dan mengonsumsi brunch.

 Apa itu brunch? Brunch adalah sebuah istilah yang digunakan saat menyantap makanan ketika di luar waktu makan antara sarapan dan makan siang. Istilah brunch merupakan singkatan dari breakfast (sarapan) dan lunch (makan siang).Waktu menyantap brunch adalah mulai pukul 11.00-15.00 WIB.

Brunch berasal dari Inggris sekitar 1800-an dan disajikan dengan cara prasmanan, kemudian kegiatan ini menjadi popular di Amerika Serikat sejak 1930-an dan terus berkembang ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. menu brunch biasanya terdiri dari jenis makanan yang tidak berat seperti main course tetapi juga bukan snack yang biasa dibuat camilan. Beberapa menu brunch ini antara lain bisa berupa makanan manis dan bisa juga makanan gurih. Burger, sandwich, pancake dan éclair termasuk beberapa dari contoh menu brunch.

Di Indonesia menu brunch bisa dinikmati di kafe-kafe, orang sering menyantap makanan brunch sambil melakukan kegiatan seperti rapat, ngobrol dengan teman atau lain sebagainya. Brunch juga terkadang dilakukan saat sore hari sambil menyeruput secangkir teh atau kopi. Oleh karena itu brunch sering dijadikan ajang bersosialisasi dengan sesama teman atau keluarga.Tidak hanya itu, brunch juga terkadang bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak sempat menyantap sarapan namun harus segera menghadiri meeting atau kegiatan lainnya.

Pakar kesehatan Jansen Ongko menyebutkan bahwa sarapan pagi bisa mempengaruhi pola makan seharian kita, baik itu makan siang, makan malam, hingga konsumsi camilan. Agar tidak mengonsumsi makanan di waktu-waktu tersebut dengan berlebihan, Jansen menyarankan kita untuk mengonsumsi sarapan yang mencukupi kebutuhan 15-30 persen gizi harian. Sementara itu, Ketua Pergizi Pangan Hardinsyah menyebutkan bahwa demi mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, ada baiknya kita memastikan sarapan pagi kita mencakup sumber karbohidrat, protein, serat dari buah dan sayur, vitamin, mineral, serta lemak sehat.

Selain itu,demi mendapatkan manfaatnya secara maksimal, ada baiknya kita juga tidak mengonsumsinya terlalu siang. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi sarapan pagi sekitar setengah jam atau satu jam setelah kita bangun tidur. batasan paling siang untuk mengonsumsi sarapan adalah pukul 09.00 pagi atau sebelum kita benar-benar disibukkan dengan aktivitas fisik.

Jika kita sarapan di atas jam tersebut, maka hal ini sudah tidak bisa dianggap sebagai sarapan dan kita pun akan cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan dan camilan setelahnya. Telah menjadi rahasia umum jika melewatkan waktu sarapan bisa berimbas pada tubuh yang lemas, susah berpikir, memicu kenaikan berat badan, hingga menyebabkan gangguan pencernaan seperti masalah asam lambung. Karena alasan inilah ada baiknya kita selalu mengonsumsinya sebelum pukul 09.00.

Oleh Novi Sulistia Wati Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team

  • 7 Prinsip Utama untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Sariawan, gusi bengkak, bau mulut, atau gigi berlubang adalah beberapa contoh dari kesehatan gigi dan mulut yang buruk. Padahal, masalah gigi atau gusi tidak melulu sekadar bikin sulit makan ataupun bicara. Sebuah studi menemukan bahwa kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit membahayakan.

Oleh karena itu, kami menyajikan beberapa tips berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Cara mudah menjaga kesehatan gigi dan mulut

1. Jangan sikat gigi terlalu keras

Salah satu tujuan sikat gigi adalah menghilangkan plak gigi. Namun, jika Anda menyikat gigi terlalu keras, gesekannya dapat merobek gusi dan mengikis enamel gigi yang relatif tipis. Akibatnya, gigi Anda jadi lebih sensitif. Selain itu, cara sikat gigi yang tidak benar dapat menyebabkan plak gigi malah menumpuk dan mengeras yang dapat berakibat pada gingivitis (peradangan gusi).

Menyikat gigi haruslah dilakukan secara lembut dengan gerakan memutar dan memijat gigi. Biasanya, lama durasi yang efektif untuk sikat gigi adalah sekitar dua menit.

2. Sikat gigi sebelum tidur

Anda pasti tahu jika Anda dianjurkan untuk sikat gigi setidaknya dua kali sehari: bangun pagi dan sebelum beranjak tidur.

Sikat gigi sebelum tidur ternyata dapat menghilangan kuman dan plak pada gigi Anda yang menumpuk lama sepanjang hari. Selain menyikat gigi, Anda juga dianjurkan untuk menyikat lidah demi menghilangkan kuman atau plak yang menempel pada lidah.

3. Gunakan pasta gigi berfluorida

Fluorida adalah unsur alami yang dapat ditemukan di banyak hal, seperti air minum dan makanan yang Anda konsumsi. Fluorida diserap tubuh untuk digunakan oleh sel-sel yang membangun gigi Anda untuk menguatkan enamel gigi. Fluorida juga merupakan pertahanan utama terhadap kerusakan gigi yang bekerja dengan memerangi kuman yang dapat menyebabkan kerusakan, serta menyediakan perlindungan alami untuk gigi Anda. Oleh karena itu, gunakanlah pasta gigi yang mengandung fluorida.

4. Jangan merokok

Tembakau dapat menyebabkan gigi menguning dan bibir menghitam. Merokok juga melipatgandakan risiko Anda terhadap penyakit gusi dan kanker mulut. Oleh karena itu, berhenti merokok sekarang juga.

5. Minum lebih banyak air

Air merupakan minuman terbaik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk bagi kesehatan mulut Anda karena aktivitas minum dapat membantu membersihkan beberapa efek negatif dari makanan dan minuman yang menempel pada gigi Anda. Bosan dengan rasa air putih yang hambar? Kami punya banyak cara kreatif untuk melatih Anda lebih banyak minum air putih.

6. Batasi konsumsi makanan yang manis dan asam

Anda mungkin seringkali mendengar nasihat, “Jangan banyak makan makanan manis, nanti giginya bolong”. Ternyata, kita memang tidak boleh sembarangan membantah nasehat orangtua. Makanan manis dan asam akan diubah menjadi asam oleh bakteri di mulut yang kemudian dapat menggerogoti enamel gigi Anda. Asam inilah yang menyebabkan gigi Anda cepat berlubang.

Tidak perlu menghentikan konsumsi gula sama sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Anda hanya perlu membatasi konsumsinya.

7. Makan makanan yang bergizi

Sama halnya dengan air, makan makanan yang bergizi juga baik untuk kesehatan gigi dan mulut Anda. Makan makanan yang bergizi — termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran, dan produk susu — dapat memberikan semua nutrisi yang Anda butuhkan. Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa omega-3 lemak — jenis lemak sehat dalam makanan laut— dapat dapat mengurangi risiko peradangan, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit gusi. 

sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/gigi-mulut/tips-menjaga-kesehatan-gigi-dan-mulut/

Reputasi buruk makanan olahan didapat karena biasanya makanan ini sudah melewati banyak proses serta penambahan sejumlah zat. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis “Environmental and Molecular Mutagenesis”, makanan olahan berupa daging yang dimasak dengan susu tinggi dapat membentuk senyawa bersifat mutagenik, yang mampu meningkatkan risiko kanker di masa mendatang.

Sebetulnya kebanyakan makanan memang melalui proses. Misalnya daging giling, pembuatan mentega, dan lain-lain. Namun ada perbedaan antara proses mekanis dan proses kimiawi. Makanan kemasan yang melalui proses tanpa bahan kimia masih dikategorikan real food. Namun, jika sudah ada proses kimiawi dan dibuat dari bahan-bahan olahan dan zat buatan, inilah yang dikategorikan sebagai makanan olahan.

Berikut ini adalah alasan makanan olahan bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

1. Tinggi gula dan sirop jagung tinggi fruktosa

Makanan atau minuman olahan biasanya sarat dengan gula tambahan. Jika dikonsumsi secara berlebihan, sudah jelas bahwa pemanis buatan tak baik untuk tubuh. Gula memang tidak memiliki nutrisi penting, tapi kaya akan energi. Namun, apakah tubuh selalu membutuhkannya?

Tentu tidak, mengingat ada sesi-sesi dimana tubuh tidak akan banyak bergerak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gula dapat memiliki efek buruk pada metabolisme yang melampaui kandungan kalori. Kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin, trigliserida tinggi, peningkatan kadar kolesterol jahat, serta peningkatan akumulasi lemak di hati serta rongga perut. Tak heran, konsumsi gula berkaitan erat dengan beberapa penyakit berbahaya seperti diabetes.

Tengok saja, minuman bersoda. Menurut keterangan dari dr. Sepriani Timurtini Limbongdari KlikDokter, satu kaleng soft drink mengandung 30 gram gula atau setara dengan 9 sendok teh gula. Jumlah tersebut tentu sangat tinggi.

“Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Diabetes Association menunjukkan bahwa risiko diabetes mellitus meningkat 26 persen pada mereka yang minum 1-2 soft drink per hari,” tambahnya.

Tak hanya itu, dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter juga menambahkan, bahwa gula tambahan berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol baik. Karenanya, konsumsi gula tambahan perlu dibatasi, maksimal 6 sendok atau 25 gram per hari.

2. Bikin ketagihan

Dilansir dari Medical News Today, beberapa orang mengalami kecanduan makanan olahan dan mampu kehilangan kendali. Memang kecanduan ini terdengar “biasa saja” jika dibandingkan dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Namun, ini bisa berbahaya untuk kesehatan. Kombinasi makanan olahan dan minuman dengan pemanis buatan berlebih, misalnya, bisa mengaktifkan area yang sama di otak layaknya narkoba.

3. Tinggi karbohidrat

Memang betul bahwa karbohidrat adalah sumber energi yang baik untuk tubuh. Namun, jika asupan tersebut kelewat berlebihan, maka kadar gula darah bisa melonjak. Perlu diketahui bahwa asupan karbohidrat berlebihan bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari kelebihan berat badan hingga meningkatnya risiko terkena diabetes.

4. Rendah nutrisi

Makanan olahan diketahui sangat rendah nutrisi. Pada beberapa kasus, vitamin dan mineral sintetis ditambahkan ke makanan untuk mengimbangi apa yang hilang selama pemrosesan. Namun, nilai gizinya tak sebanding dengan makanan segar yang diolah sendiri.

Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan olahan, semakin sedikit vitamin, mineral, dan kandungan gizi lainnya yang bisa Anda dapat. Justru, yang terjadi adalah makanan olahan bisa bikin berat badan melonjak.

5. Tinggi lemak trans

Konsumsi makanan olahan mengandung lemak trans, dapat mendorong oksidasi serta peradangan pada tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika orang makan makanan mengandung kadar lemak tersebut, ia mengalami peningkatan risiko penyakit jantung.

“Sama seperti lemak jenuh, lemak trans juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Idealnya, rekomendasi konsumsi lemak trans yang adalah 0 gr/hari atau tidak mengonsumsi sama sekali. Namun, terkadang pada label makanan meski tertera 0 gr lemak trans, tapi dalam produk tersebut masih mengandung lemak trans kurang dari 0.5 gr per porsi. Lemak trans dapat ditemui pada margarin, makanan yang digoreng, kue dan berbagai camilan,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter menjelaskan.

Cara terbaik untuk menghindari lemak trans adalah berhenti konsumsi makanan olahan. Carilah makanan dengan sumber lemak alami seperti pada minyak kelapa dan minyak zaitun sebagai solusi alternatif yang tepat untuk kudapan Anda.

Itu dia beberapa alasan kenapa Anda harus menjauhi makanan olahan, yaitu karena perlahan bisa merusak kesehatan Anda. Daripada membuang uang untuk membeli makanan olahan, lebih baik pilih makanana dari bahan segar, yang kandungan nutrisinya baik untuk tubuh. 

 

 

sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3623491/5-alasan-makanan-olahan-bisa-merusak-kesehatan

banner

www.rssyarifhidayatullah.com Tangsel -  Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah , hikmah dan ampunan. Oleh karena itu berbagai amal perbuatan kita menjadi pahala yang berkali lipat. Merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Selain itu kita juga perlu menjaga kesehatan kita di bulan Ramadhan ini. 

Berikut tips kesehatan agar Ramadhan menjadi sehat dan berkah: 

  1. Tetaplah beraktivitas seperti biasa. sambil anda ukur kapasitas produktivitas anda sekaranf ketika berpuasa itu seberapa besar. Kalau sudah dapat gambarannya, silahkan cocokkan dengan agenda anda selama bulan ramadhan ini. 
  2. Kurangi hal-hal yang bersifat mubah, apalagi makruh. Fokus perbanyak melakukan hal-hal yang wajib dan sunnah. 
  3. Sahur, optimalkan diri untuk mengonsumsi makanan yang berserat. seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. 
  4. ketika tiba waktu buka puasa, makanlah dengan makanan yang manis rasanya. sesuai dengan sunnah Rassulullah Saw berbukalah dengan air putih dan kurma terlebih dahulu. 
  5. Tentunya, konsumsi makanan yang manis secukupnya saja jangan berlebihan, karena kebanyakan gula juga mengakibatkan ngantuk dan dapat menggangu berat badan anda selama berpuasa.
  6. Serta kurangi juga memakan makanan yang asin dan berlemak.
  7. Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang. Termasuk jangan "balas dendam" makan banyak saat berbuka puasa. karena banyak makan merupakan salah satu penyebab gelapnya hati yang akan mengakibatkan rasa malas melalukan sesuatu, termasuk malas beribadah.
  8. Tidur yang cukup. Jangan begadang jika tidak ada lagi agenda yang penting yang bermanfaat. Ada hadist yang mengatakan bahwa "tidur adalah ibadah". Cerdaskan dalam menanggapi hal tersebut, jika tidu saja mendapatkan pahala, apalagi jika kita produktif saat sedang berpuasa? Insya Allah kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar lagi.
  9. berhenti merokok, bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk latihan berhenti merokok.
  10. bagi beberapa kalangan yang sedang tidak dalam kondisi normal, seperti halnya sedang hamil, sedang sakit, dan sebagainya, kemudian anda tidak mengetahui tentang hukumnya puasa ramadhan ini, maka sebagiknya anda berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan biarkan ketidaktahuan anda menjadi awal dari penyakit dan ketidakberkahan.