Artikel Kesehatan

hotline atas2

9 Kebiasaan Yang Wajib Diterapkan Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

  1. Perhatikan gejala yang mungkin timbul Tidak hanya untuk orang-orang yang berisiko terkena penyakit jantung, mewaspadai setiap perubahan dalam tubuh pada dasarnya wajib dilakukan oleh setiap orang untuk berjaga-jaga. Ilustrasi serangan jantung(stevanovicigor) Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan menuliskan perubahan atau sensasi yang timbul setiap kali Anda merasakannya. Misalnya kesulitan menarik napas, sesak saat berbaring atau saat beraktivitas, timbul bengkak pada kaki dan tangan, dan gejala lainnya. Beritahu dokter jika Anda merasakan gejala tersebut. Baca juga : Tak Cuma Nyeri Dada, Ini Ciri-ciri Lain Tanda Jantung Bermasalah.

 

  1. Rutin olahraga Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat. Olahragalah setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Tidak ada batasan jenis olahraga apa yang bisa dan harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung. Semua olahraga pada dasarnya baik. Anda dapat berjalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, yoga, atau bahkan tinju. Ilustrasi lompat tali(BananaStock) Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan. Aktivitas fisik pun tak terbatas hanya dengan olahraga. Saat Anda berada di kantor, jadwalkan istirahat pendek untuk bangkit, gerakkan kaki dan tangan Anda, dan lakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung Anda. Pergi makan siang ke tempat yang agak jauh dengan jalan kaki, jangan melulu hanya makan di meja kerja. Baca juga : Yoga dan Aerobic Bisa Meminimalisir Risiko Penyakit Jantung.

 

  1. Rutin cek tekanan darah Rutin mengecek tekanan darah setiap hari dapat mencegah penyakit jantung. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”. Ilustrasi mengukur tekanan darah(SerafinoMozzo) Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. Semakin tinggi nilai tensi darah, semakin Anda berisiko hipertensi di kemudian hari. Hipertensi itu sendiri membuat Anda berisiko terkena serangan jantung dan stroke. Gunakan obat hipertensi yang diresepkan dokter apabila tekanan darah sudah lebih tinggi dari seharusnya. Segeralah ke dokter jika tekanan darah Anda berubah. Baca juga : 10 Tips Gaya Hidup bagi Kesehatan Jantung.

 

  1. Batasi asupan kolesterol Cara ideal untuk menjaga tekanan darah adalah dengan mengendalikan asupan lemak jenuh dan kolesterol selalu dalam batas wajar. Jika kadar kolesterol LDL Anda sudah lebih dari 200 mg/dL, sebaiknya Anda berhati-hati. Kadar kolesterol jahat LDL yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah jantung. Jika Anda sudah mengalami serangan jantung, targetkan LDL Anda menjadi 70 mg/dL atau di bawahnya. Ilustrasi makan sendiri(Digital Vision.) Hindari atau batasi makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah, seperti daging berlemak, sosis dan daging burger, mentega, krim, hingga kue, biskuit, cokelat, dan permen. Intinya, batasi garam, lemak, dan gula. Perbanyak makan makanan berserat dan ikan. Terkadang diet dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kolesterol pada beberapa orang. Dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol untuk kasus seperti ini. Baca juga : Makanan Manis dan Dampaknya pada Kesehatan Jantung.

  1. Perbanyak minum air putih Rajin minum air putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Pengidap penyakit jantung, perlu menanyakan kepada dokter apakah ia perlu membatasi jumlah cairan yang diminum setiap hari. Perlu diingat, bukan hanya berapa banyak yang diminum. Sumber cairan lain juga perlu diperhitungkan, seperti es krim, agar, dan sup. Ilustrasi minum sehabis berolahraga(Eyecandy Images) Jika memang perlu membatasi cairan, timbanglah berat badan setiap pagi. Peningkatan berat badan yang cepat bisa menjadi pertanda bahwa cairan menumpuk di dalam tubuh. Baca juga : Ini Rahasia Hidup Bebas Penyakit Jantung.

 

  1. Perbanyak makan buah dan sayur Makanan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Makanan berserat juga membantu mengelola berat badan yang sehat. Kita bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan. Ilustrasi makanan sehat(Martinina) Alpukat, apel, pir, dan pisang termasuk kelompok buah-buahan yang tinggi serat. Sementara itu, brokoli, wortel, dan bayam termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan seratnya. Gandum utuh, kacang merah, kacang kedelai, dan beras merah juga termasuk bahan pangan kaya serat. Susu rendah lemak atau bebas lemak juga baik untuk kesehatan. Anda masih boleh makan daging dan seafood, namun pilih daging yang tidak berlemak sebagai sumber protein hewani Anda. Baca juga : Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung.

 

  1. Belajar mengelola stres Stres adalah hal yang wajar terjadi. Masalahnya bukanlah apa yang menyebabkan stres, tapi bagaimana kita meresponnya. Saat kita sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan darah bisa meningkat sebagai akibatnya. Ilustrasi melamun(g-stockstudio) Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang dipicu oleh stres, Anda harus pintar-pintar mengelola emosi. Jika stres sudah dirasa berlebihan, curhatlah pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional. Anda juga dapat mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam. Baca juga : Serangan Jantung Bisa Terjadi Saat Tidur! Ketahui 5 Gejalanya.

 

  1. Berhenti merokok Jika Anda seorang perokok, berhentilah merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, berhenti merokok dan/atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu pencegah penyakit jantung.

 

  1. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung) Terkadang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup mencegah penyakit jantung. Anda mungkin harus minum obat penurun tekanan darah atau kolesterol untuk mengurangi risiko serangan jantung. Ilustrasi obat(megaflopp) Jika dokter sudah memberikan obat-obatan yang harus dikonsumsi, Anda harus patuh dengan meminumnya secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter.

 

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/19/095809320/9-kebiasaan-yang-wajib-diterapkan-untuk-menjaga-kesehatan-jantung

Penulis : Wisnubrata

9 Kebiasaan yang Wajib Diterapkan Mulai Hari Ini untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Oleh dr. Elita Mulyadi Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

9 Kebiasaan yang Wajib Diterapkan Mulai Hari Ini untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit non-menular penyebab kematian terbesar di hampir seluruh bagian dunia. Menerapkan gaya hidup sehat dapat sangat membantu mencegah penyakit jantung.

Berikut adalah 9 kebiasaan sehat yang wajib Anda terapkan mulai hari ini untuk menjaga kesehatan jantung. Semua tips ini pun masih bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki penyakit jantung.

Yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung

Berdasarkan data WHO, penyakit kardiovaskuler merenggut 17,7 juta nyawa setiap tahun. Dari total angka kematian ini, lebih dari setengahnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke. Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta jiwa pada tahun 2030. Begini caranya mencegah penyakit jantung mulai dari sekarang.

1. Perhatikan gejala yang mungkin timbul

Tidak hanya untuk orang-orang yang berisiko terkena penyakit jantung, mewaspadai setiap perubahan dalam tubuh pada dasarnya wajib dilakukan oleh setiap orang untuk berjaga-jaga.

Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan menuliskan perubahan atau sensasi bati yang timbul setiap kali Anda merasakannya. Misalnya kesulitan menarik napas, sesak saat berbaring atau saat beraktivitas, timbul bengkak pada kaki dan tangan, dan gejala lainnya. Beritahu dokter jika Anda merasakan gejala tersebut.

2. Rutin olahraga

Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan parum menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat. Olahragalah setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Tidak ada batasan jenis olahraga apa yang bisa dan harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung. Semua olahraga pada dasarnya baik. Anda dapat berjalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, yoga, atau bahkan tinju.

Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan.

Aktivitas fisik pun tak terbatas hanya dengan olahraga. Saat Anda berada di kantor, jadwalkan istirahat pendek untuk bangkit, gerakkan kaki dan tangan Anda, dan lakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung Anda. Pergi makan siang ke tempat yang agak jauh dengan jalan kaki, jangan melulu hanya makan di meja kerja.

3. Rutin cek tensi

Rutin mengecek tekanan darah setiap hari dapat mencegah penyakit jantung. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”.

Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. Semakin tinggi nilai tensi darah, semakin Anda berisiko hipertensi di kemudian hari. Hipertensi itu sendiri membuat Anda berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

Gunakan obat hipertensi yang diresepkan dokter apabila tekanan darah Anda sudah lebih tinggi dari seharusnya. Segeralah ke dokter jika tekanan darah Anda berubah.

4. Batasi asupan kolesterol

Cara ideal untuk menjaga tekanan darah adalah dengan mengendalikan asupan lemak jenuh dan kolesterol selalu dalam batas wajar. Jika kadar kolesterol LDL Anda sudah lebih dari 200 mg/dL, sebaiknya Anda berhati-hati. Kadar kolesterol jahat LDL yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah jantung. Jika Anda sudah mengalami serangan jantung, targetkan LDL Anda menjadi 70 mg/dL atau di bawahnya.

Hindari atau batasi makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah Anda, seperti daging berlemak, sosis dan daging burger, mentega, krim, hingga kuebiskuit, cokelat, dan permen. Intinya, batasi garam, lemak, dan gula yang Anda makan. Perbanyak makan makanan berserat dan ikan.

Terkadang diet dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kolestrol pada beberapa orang. Dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin untuk kasus seperti ini.

5. Perbanyak minum air putih

Rajin minum air putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Jika Anda mengidap penyakit jantung, Anda perlu menanyakan kepada dokter apakah Anda perlu membatasi jumlah cairan yang Anda dapatkan setiap hari. Perlu diingat, bukan hanya berapa banyak yang Anda minum. Sumber cairan lain juga perlu diperhitungkan, seperti es krim, agar, dan sup.

Jika Anda perlu membatasi cairan, timbanglah diri Anda setiap pagi. Peningkatan berat badan yang cepat bisa menjadi pertanda bahwa cairan menumpuk di dalam tubuh Anda.

6. Perbanyak makan buah dan sayur

Makanan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Makanan berserat juga membantu anda mengelola berat badan yang sehat. Anda bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan.

Alpukat, apel, pir, dan pisang termasuk kelompok buah-buahan yang tinggi serat. Sementara itu, brokoli, wortel, dan bayam termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan seratnya. Gandum utuh, kacang merah, kacang kedelai, dan beras merah juga termasuk bahan pangan kaya serat. Susu rendah lemak atau bebas lemak juga baik untuk kesehatan.

Anda masih boleh makan daging dan seafood, namun pilih daging yang tidak berlemak sebagai sumber protein hewani Anda.

7. Belajar mengelola stres

Stres adalah hal yang wajar terjadi. Masalahnya bukanlah apa yang menyebabkan stress, tapi bagaimana kita meresponnya. Saat kita sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan darah bisa meningkat sebagai akibatnya.

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang dipicu oleh stres, Anda harus pintar-pintar mengelola emosi. Jika stress Anda sudah dirasa berlebihan, curhatlah pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional.

Anda juga dapat mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

8. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, Anda harus mulai berusaha untuk berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, berhenti merokok dan/atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu pencegah penyakit jantung.

9. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung)

Terkadang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup mencegah penyakit jantung. Anda mungkin harus minum obat penurun tekanan darah atau kolesterol untuk mengurangi risiko serangan jantung. Jika dokter Anda sudah memberikan obat-obatan yang harus Anda konsumsi, Anda harus patuh dengan meminumnya secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter Anda.

 

sumber:https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/tips-mencegah-penyakit-jantung/

Oleh Monika Nanda Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: .

5 Langkah Mudah Mencegah Demam Berdarah

DBD (Demam Berdarah Dengue), atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah, disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Untuk mencegah demam berdarah, biasanya dilakukan penyemprotan atau fogging untuk mencegah jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Namun, pencegahan juga tetap harus Anda lakukan sendiri di rumah. Berikut 5 cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah demam berdarah.

1. Bersihkan bak mandi Anda seminggu sekali

Air merupakan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti . Nyamuk betina bertelur pada dinding bak yang terisi air, larva nyamuk kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme yang hidup di sekitarnya. Selama masa ini, larva nyamuk akan melepaskan kulit pelindung mereka dan berkembang biak hingga mencapai tahap terakhir. Ketika larva nyamuk sudah cukup kuat, selanjutnya larva akan berubah menjadi pupa. Pada tahap pupa, tidak dibutuhkan makanan. Pupa hanya akan mengalami perubahan bentuk hingga akhirnya menjadi nyamuk biasa yang siap terbang.

Keseluruhan siklus ini berlangsung 8 – 10 hari dalam suhu ruang. Membersihkan bak mandi Anda setidaknya satu minggu sekali dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

2. Perhatikan perabotan rumah tangga Anda yang menampung air

Baskom berisi air, vas bunga, ember, dan wadah lain yang dapat menampung air berpotensi menjadi tempat nyamuk bersarang. Rajin-rajinlah membersihkan tempat-tempat tersebut setidaknya dua kali seminggu untuk mengurangi risiko munculnya nyamuk pembawa demam berdarah.

3. Gunakan kasa nyamuk

Kasa nyamuk berguna untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar rumah. Anda bisa memasang kasa nyamuk ini pada pintu dan jendela Anda.

4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama

Sesekali perhatikanlah gantungan baju Anda di balik pintu. Baju kotor yang menumpuk dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Memang tumpukan baju kotor bukan tempat nyamuk berkembang biak, tetapi merupakan tempat favorit nyamuk hinggap. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang telah dipakai, letakkan baju pada tempat yang bersih dan tertutup.

5. Gunakan lotion anti nyamuk atau kelambu

Ketika Anda hendak bepergian, jangan lupa gunakan lotion anti nyamuk terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutup oleh pakaian. Namun tidak hanya saat bepergian, Anda tetap harus melindungi diri dari gigitan nyamuk ketika sedang tidur karena nyamuk demam berdarah aktif pada malam hari hingga menjelang subuh.

Selain menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur juga dapat membantu menghindari gigitan nyamuk dan mencegah demam berdarah.

Reputasi buruk makanan olahan didapat karena biasanya makanan ini sudah melewati banyak proses serta penambahan sejumlah zat. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis “Environmental and Molecular Mutagenesis”, makanan olahan berupa daging yang dimasak dengan susu tinggi dapat membentuk senyawa bersifat mutagenik, yang mampu meningkatkan risiko kanker di masa mendatang.

Sebetulnya kebanyakan makanan memang melalui proses. Misalnya daging giling, pembuatan mentega, dan lain-lain. Namun ada perbedaan antara proses mekanis dan proses kimiawi. Makanan kemasan yang melalui proses tanpa bahan kimia masih dikategorikan real food. Namun, jika sudah ada proses kimiawi dan dibuat dari bahan-bahan olahan dan zat buatan, inilah yang dikategorikan sebagai makanan olahan.

Berikut ini adalah alasan makanan olahan bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

1. Tinggi gula dan sirop jagung tinggi fruktosa

Makanan atau minuman olahan biasanya sarat dengan gula tambahan. Jika dikonsumsi secara berlebihan, sudah jelas bahwa pemanis buatan tak baik untuk tubuh. Gula memang tidak memiliki nutrisi penting, tapi kaya akan energi. Namun, apakah tubuh selalu membutuhkannya?

Tentu tidak, mengingat ada sesi-sesi dimana tubuh tidak akan banyak bergerak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gula dapat memiliki efek buruk pada metabolisme yang melampaui kandungan kalori. Kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin, trigliserida tinggi, peningkatan kadar kolesterol jahat, serta peningkatan akumulasi lemak di hati serta rongga perut. Tak heran, konsumsi gula berkaitan erat dengan beberapa penyakit berbahaya seperti diabetes.

Tengok saja, minuman bersoda. Menurut keterangan dari dr. Sepriani Timurtini Limbongdari KlikDokter, satu kaleng soft drink mengandung 30 gram gula atau setara dengan 9 sendok teh gula. Jumlah tersebut tentu sangat tinggi.

“Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Diabetes Association menunjukkan bahwa risiko diabetes mellitus meningkat 26 persen pada mereka yang minum 1-2 soft drink per hari,” tambahnya.

Tak hanya itu, dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter juga menambahkan, bahwa gula tambahan berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol baik. Karenanya, konsumsi gula tambahan perlu dibatasi, maksimal 6 sendok atau 25 gram per hari.

2. Bikin ketagihan

Dilansir dari Medical News Today, beberapa orang mengalami kecanduan makanan olahan dan mampu kehilangan kendali. Memang kecanduan ini terdengar “biasa saja” jika dibandingkan dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Namun, ini bisa berbahaya untuk kesehatan. Kombinasi makanan olahan dan minuman dengan pemanis buatan berlebih, misalnya, bisa mengaktifkan area yang sama di otak layaknya narkoba.

3. Tinggi karbohidrat

Memang betul bahwa karbohidrat adalah sumber energi yang baik untuk tubuh. Namun, jika asupan tersebut kelewat berlebihan, maka kadar gula darah bisa melonjak. Perlu diketahui bahwa asupan karbohidrat berlebihan bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari kelebihan berat badan hingga meningkatnya risiko terkena diabetes.

4. Rendah nutrisi

Makanan olahan diketahui sangat rendah nutrisi. Pada beberapa kasus, vitamin dan mineral sintetis ditambahkan ke makanan untuk mengimbangi apa yang hilang selama pemrosesan. Namun, nilai gizinya tak sebanding dengan makanan segar yang diolah sendiri.

Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan olahan, semakin sedikit vitamin, mineral, dan kandungan gizi lainnya yang bisa Anda dapat. Justru, yang terjadi adalah makanan olahan bisa bikin berat badan melonjak.

5. Tinggi lemak trans

Konsumsi makanan olahan mengandung lemak trans, dapat mendorong oksidasi serta peradangan pada tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika orang makan makanan mengandung kadar lemak tersebut, ia mengalami peningkatan risiko penyakit jantung.

“Sama seperti lemak jenuh, lemak trans juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Idealnya, rekomendasi konsumsi lemak trans yang adalah 0 gr/hari atau tidak mengonsumsi sama sekali. Namun, terkadang pada label makanan meski tertera 0 gr lemak trans, tapi dalam produk tersebut masih mengandung lemak trans kurang dari 0.5 gr per porsi. Lemak trans dapat ditemui pada margarin, makanan yang digoreng, kue dan berbagai camilan,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter menjelaskan.

Cara terbaik untuk menghindari lemak trans adalah berhenti konsumsi makanan olahan. Carilah makanan dengan sumber lemak alami seperti pada minyak kelapa dan minyak zaitun sebagai solusi alternatif yang tepat untuk kudapan Anda.

Itu dia beberapa alasan kenapa Anda harus menjauhi makanan olahan, yaitu karena perlahan bisa merusak kesehatan Anda. Daripada membuang uang untuk membeli makanan olahan, lebih baik pilih makanana dari bahan segar, yang kandungan nutrisinya baik untuk tubuh. 

 

 

sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3623491/5-alasan-makanan-olahan-bisa-merusak-kesehatan

banner

www.rssyarifhidayatullah.com Tangsel -  Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah , hikmah dan ampunan. Oleh karena itu berbagai amal perbuatan kita menjadi pahala yang berkali lipat. Merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Selain itu kita juga perlu menjaga kesehatan kita di bulan Ramadhan ini. 

Berikut tips kesehatan agar Ramadhan menjadi sehat dan berkah: 

  1. Tetaplah beraktivitas seperti biasa. sambil anda ukur kapasitas produktivitas anda sekaranf ketika berpuasa itu seberapa besar. Kalau sudah dapat gambarannya, silahkan cocokkan dengan agenda anda selama bulan ramadhan ini. 
  2. Kurangi hal-hal yang bersifat mubah, apalagi makruh. Fokus perbanyak melakukan hal-hal yang wajib dan sunnah. 
  3. Sahur, optimalkan diri untuk mengonsumsi makanan yang berserat. seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. 
  4. ketika tiba waktu buka puasa, makanlah dengan makanan yang manis rasanya. sesuai dengan sunnah Rassulullah Saw berbukalah dengan air putih dan kurma terlebih dahulu. 
  5. Tentunya, konsumsi makanan yang manis secukupnya saja jangan berlebihan, karena kebanyakan gula juga mengakibatkan ngantuk dan dapat menggangu berat badan anda selama berpuasa.
  6. Serta kurangi juga memakan makanan yang asin dan berlemak.
  7. Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang. Termasuk jangan "balas dendam" makan banyak saat berbuka puasa. karena banyak makan merupakan salah satu penyebab gelapnya hati yang akan mengakibatkan rasa malas melalukan sesuatu, termasuk malas beribadah.
  8. Tidur yang cukup. Jangan begadang jika tidak ada lagi agenda yang penting yang bermanfaat. Ada hadist yang mengatakan bahwa "tidur adalah ibadah". Cerdaskan dalam menanggapi hal tersebut, jika tidu saja mendapatkan pahala, apalagi jika kita produktif saat sedang berpuasa? Insya Allah kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar lagi.
  9. berhenti merokok, bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk latihan berhenti merokok.
  10. bagi beberapa kalangan yang sedang tidak dalam kondisi normal, seperti halnya sedang hamil, sedang sakit, dan sebagainya, kemudian anda tidak mengetahui tentang hukumnya puasa ramadhan ini, maka sebagiknya anda berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan biarkan ketidaktahuan anda menjadi awal dari penyakit dan ketidakberkahan.

 

Gusi Bengkak

Kenapa Gigi dapat Menjadi Sensitif?

www.rssyarifhidayatullah.com , Tangsel - Gigi terasa ngilu atau gigi sensitif umumnya disebabkan karena terkikisnya lapisan email atau karena terpaparnya akar gigi. Gigi Anda menjadi sensitif ketika gusi terbuka, sehingga dentin, lapisan di bawahnya, terpapar berbagai rangsangan. Dentin terdiri dari bagian dalam gigi dan akar yang terhubung pada ribuan saluran kecil yang menuju saraf pusat gigi. Kondisi ini menyebabkan paparan dingin, panas, atau gesekan keras dapat memicu rasa ngilu.

Faktor lain yang dapat menjadi pemicu gigi ngilu adalah:

  • Lubang pada gigi.
  • Gigi berlubang dapat menjadi tempat bakteri bersarang.
  • Efek samping karena prosedur yang dijalankan di dokter gigi seperti pemutihan gigi.
  • Radang pada gusi (gingivitis).
  • Menyikat gigi terlalu kencang.
  • Penumpukan plak.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam.

Mengusir Ngilu Gigi

Memeriksakan diri ke dokter gigi adalah langkah pertama yang dapat Anda lakukan. Dokter akan mendeteksi penyebab gigi ngilu Anda berdasarkan pemeriksaan, riwayat dan gejala yang Anda sampaikan. Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi solusi:

Pasta gigi dengan formula tertentu khusus untuk gigi sensitif. Sebagian pasta gigi dapat membantu meredam ngilu karena gigi sensitif.

Flouride. Dokter dapat mengolesi gigi Anda yang sensitif dengan fluoride dan meresepkannya untuk digunakan di rumah agar dapat memperkuat email gigi dan meredakan linu.

Mengikat atau menebalkan. Permukaan akar gigi yang terpapar dapat ditangani dengan lapisan pengikat (bonding resin) yang diaplikasikan pada akar. Proses ini mungkin membutuhkan bius lokal.

Bedah gusi. Akar gigi yang , telah kehilangan lapisan gusi dapat menyebabkan gigi menjadi linu. Solusi dapat dilakukan dengan pengambilan gusi dari bagian lain untuk kemudian dipasang pada bagian yang hilang ini.

Saluran akar (root canal). Proses dilakukan dengan merawat pulpa gigi. Cara yang ternyata paling berdampak ini dilakukan jika perawatan lain sudah tidak bekerja efektif sementara rasa nyeri yang Anda alami sudah sudah tidak tertahankan.

Menjaga Kesehatan Gigi

Menyadari kerumitan perawatan gigi sensitif di atas, maka sebaiknya Anda mencegah kondisi tersebut sebelum terjadi. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan.

  • Cara paling sederhana adalah menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan bulu sikat yang lembut dan pasta gigi berflouride.
  • Hindari menggosok gigi terlalu sering, menggosok dengan kasar, atau pasta gigi dengan kadar yang dapat menyebabkan lapisan gigi rusak.
  • Hindari mengasah gigi yang dapat menyebabkan gigi retak dan menjadi sensitif.
  • Batasi makanan dan minuman asam, seperti minuman soda, yogurt, dan jeruk sitrus. Semua ini dapat mengikis sebagian email gigi terus-menerus. Minum dengan menggunakan sedotan dapat mengurangi risiko ini.
  • Minumlah air mineral untuk menormalkan kadar asam di mulut setelah mengonsumsi susu dan makanan serta minuman berasam.
  • Hindari langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan dan minuman berasam. Asam membuat email gigi menjadi lebih lunak dan mudah terkikis saat disikat.

Dengan mencegah gigi agar tidak menjadi sensitif, Anda tidak perlu khawatir lagi gigi akan terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan kesukaan, seperti menyantap es krim.

sumber: alodokter

13437336 1759604854286971 34828334 n

rssyarifhidayatullah.com, Tangsel - Osteoarthritis adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit dan kaku. Pembengkakan juga dapat terjadi pada sendi-sendi tersebut. Sendi yang paling sering mengalami kerusakan pada kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang.

Gejala-gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala penyakit ini bisa berbeda-beda pada tiap penderita serta lokasi sendi yang diserang.

Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya akan muncul ketika sendi digerakkan dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan untuk beberapa waktu, misalnya saat bangun pagi. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai adalah:

  • Kelenturan sendi yang menurun.
  • Sendi yang mudah nyeri.
  • Lemas otot dan massa otot yang berkurang.

Gejala-gejala tersebut bisa datang dan pergi atau terjadi secara terus-menerus. Kekambuhan ini mungkin bisa dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang Anda jalani serta cuaca. Periksakanlah diri Anda ke dokter jika gejala-gejala osteoarthritis yang Anda alami tidak kunjung reda selama beberapa minggu. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mengetahui penyebabnya jika belum terdiagnosis atau tingkat keparahannya jika sudah terdiagnosis.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis

Osteoarthritis menyebabkan tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan-lahan. Tulang rawan adalah jaringan ikat padat yang kenyal dan elastis. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan.

Penyebab kerusakan tulang rawan tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu kondisi itu, yaitu:

  • Usia. Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami osteoarthritis dibandingkan pria.
  • Cedera pada sendi. Sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi.
  • Obesitas. Berat badan yang berlebihan menambah beban pada sendi sehingga risiko osteoarthritis menjadi lebih tinggi.
  • Faktor keturunan. Risiko osteoarthritis diduga bisa diturunkan secara genetika.
  • Mengidap kondisi arthritis lain, misalnya penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis.

Diagnosis Osteoarthritis

Tahap awal diagnosis osteoarthritis umumnya meliputi pemeriksaan fisik pada sendi yang terserang. Dokter akan memeriksa apakah ada pembengkakan serta batas gerakan sendi tersebut. Gejala-gejala dan riwayat kondisi kesehatan Anda juga akan ditanyakan oleh dokter. X-rayMRI scan, serta tes darah kemudian mungkin dianjurkan sebagai pemeriksaan yang lebih mendetail. Selain itu, langkah-langkah pemeriksaan ini berguna untuk:

  • Memeriksa kemungkinan adanya penyakit lain.
  • Memeriksa tingkat keparahan osteoarthritis yang dialami pasien.

Langkah Penanganan Osteoarthritis

Osteoarthritis termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala agar pasien bisa tetap beraktivitas dan menjalani kehidupan secara normal. Gejala dari kondisi ini terkadang bisa berkurang secara perlahan-lahan seiring waktu. Gejala bisa ditangani dengan langkah sederhana seperti:

  • Menurunkan berat badan bagi pasien yang mengalami obesitas.
  • Rutin dalam berolahraga.
  • Menjalani terapi fisik dan/atau terapi okupasi.
  • Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit saat pasien berdiri atau berjalan.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat pereda rasa sakit atau obat anti inflamasi non-steroid.

Jika langkah-langkah tersebut terbukti kurang efektif dan sendi cukup rusak, dokter mungkin akan menyarankan operasi. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki, memperkuat, atau mengganti sendi agar pasien bisa lebih mudah bergerak.

Jika anda mengalami gejala Osteroarthritis, maka segeralah ke Rumah Sakit Terdekat.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi

dr. Pandu A. Sp.OT

Senin & Rabu          : Pukul 20.00 – 21.00 WIB

Selasa                    : Pukul 18.00 – 21.00 WIB

Jumat                    : Pukul 08.00 – 11.00 WIB

 

dr. M. Nagieb, Sp.OT

Senin, Rabu, Jumat : Pukul 14.00 - 15.30 WIB 

SUMBER: alodokter.com