Artikel Kesehatan
kasrs

hotline

RS Syarif Hidayatullah – Istilah "angin duduk" sering kali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat dan kerap disalahartikan sebagai masuk angin biasa yang bisa sembuh hanya dengan dikerok. Padahal, dalam dunia medis, kondisi yang dikenal sebagai Angina Pectoris ini merupakan sinyal darurat dari jantung yang bisa berakibat fatal.

Angin DudukIlustrasi nyeri dada hebat seperti tertindih beban berat yang menjadi gejala utama Angina Pectoris. (Foto: Fahum UMSU)

Data dari dokter spesialis jantung menunjukkan bahwa serangan ini menyerang tanpa peringatan, terutama saat jantung dipaksa bekerja ekstra keras. Lantas, bagaimana cara membedakannya dengan nyeri dada biasa?

Apa Itu Angin Duduk (Angina Pectoris)?

Angin duduk atau Angina Pectoris adalah nyeri dada hebat yang terjadi akibat otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Berbeda dengan masuk angin, keluhan ini lebih sering muncul saat penderitanya sedang beraktivitas fisik, di mana jantung memompa darah lebih cepat namun pasokannya terhambat.

Gejala Angin Duduk yang Wajib Diwaspadai

Berdasarkan penjelasan medis, gejala angin duduk memiliki karakteristik yang sangat khas. Segera waspadai jika Anda merasakan:

  • Nyeri Dada Khas: Dada terasa seperti ditekan, tertindih benda berat, atau terasa panas seperti terbakar.
  • Nyeri Menjalar: Rasa sakit tidak hanya berpusat di dada sebelah kiri, tapi menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung.
  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas yang muncul bersamaan dengan nyeri.
  • Gejala Penyerta: Muncul keringat dingin yang berlebihan, mual, hingga rasa lemas yang luar biasa.
  • Penurunan Kesadaran: Dalam kondisi berat, penderita bisa mengalami pingsan atau hilangnya kesadaran secara mendadak.

Langkah Diagnosis di Rumah Sakit

Jika Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, dokter spesialis jantung akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan sumbatan. Beberapa prosedur medis yang umum dilakukan antara lain:

  1. Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung.
  2. Ekokardiografi (ECHO): USG jantung untuk melihat struktur dan fungsi pompa jantung.
  3. Rontgen Dada: Melihat gambaran paru-paru dan ukuran jantung.
  4. CT Scan Jantung: Memberikan gambaran detail pembuluh darah koroner.
  5. Pemeriksaan Darah: Mengecek kadar enzim jantung sebagai indikator adanya kerusakan otot jantung.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jangan menunda waktu. Jika nyeri dada tidak membaik dengan istirahat atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis.

Pesan Dokter: "Jangan menganggap remeh nyeri dada yang menjalar. Penanganan yang terlambat bisa berakibat fatal pada kerusakan permanen otot jantung. Deteksi dini adalah cara terbaik untuk menyelamatkan hidup Anda."

Konsultasi Spesialis di RS Syarif Hidayatullah

Bagi Anda yang merasakan gejala di atas atau ingin melakukan screening kesehatan jantung secara menyeluruh, jangan ragu untuk periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.

Dengan dukungan dokter spesialis jantung yang berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Rumah Sakit Syarif Hidayatullah siap memberikan penanganan cepat dan tepat untuk menjaga kesehatan jantung Anda dan keluarga.

Segera buat janji temu atau kunjungi layanan IGD kami jika Anda mengalami kondisi darurat.

Tahukah kamu?
Hipertensi sering datang tanpa gejala, tapi bisa sebabkan stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal! 

COVER HIPERTENSI 2025

HARI HIPERTENSI 2025 slide 1

HARI HIPERTENSI 2025 slide 2

HARI HIPERTENSI 2025 slide 3

HARI HEMOPHILIA 2025 SLIDE 2

PENYAKIT DALAM JADWAL 2025

Hari Hemofilia Sedunia diperingati setiap tanggal 17 April untuk meningkatkan kesadaran global tentang hemofilia dan gangguan perdarahan langka lainnya. Tahun 2025 ini, kita kembali disatukan oleh semangat solidaritas dan inklusivitas, dengan tema "Akses untuk Semua: Perempuan dan Anak Perempuan Juga Mengalami Perdarahan."

Selama ini, gangguan perdarahan sering kali hanya dikaitkan dengan laki-laki, padahal perempuan dan anak perempuan juga bisa mengalami kondisi iniβ€”baik sebagai pembawa genetik maupun sebagai penderita dengan gejala nyata. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak terdiagnosis atau tidak mendapat perawatan yang tepat waktu.

Melalui peringatan ini, kita diajak untuk:

- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan penanganan dini.

- Menyuarakan hak akses layanan kesehatan yang adil dan merata, termasuk untuk perempuan dan anak perempuan.

- Mendukung komunitas penyintas hemofilia dan gangguan perdarahan lainnya, agar dapat hidup lebih sehat, aman, dan bermakna.

BAHAYA RABIES 2025

BAHAYA RABIES 2

BAHAYA RABIES 3

Rabies adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan. Penyakit ini terutama menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar, atau hewan liar lainnya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang bahaya rabies:

  1. Penularan Melalui Gigitan atau Cakaran
    Virus rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi saat menggigit atau mencakar korban. Hewan yang terinfeksi, terutama anjing liar atau hewan peliharaan yang tidak divaksinasi, merupakan penyebab utama penyebaran penyakit ini ke manusia.
  2. Gejala yang Muncul
    Setelah terpapar virus, gejala awal rabies biasanya mirip dengan flu, seperti demam, rasa sakit, dan kelelahan. Namun, gejala tersebut cepat berkembang menjadi rasa cemas, kebingungan, kejang, kesulitan menelan, dan perubahan perilaku. Ketika gejala semakin parah, bisa menyebabkan kelumpuhan, koma, dan akhirnya kematian.
  3. Waktu Inkubasi yang Tidak Terduga
    Periode inkubasi rabies (waktu antara gigitan dan munculnya gejala) bisa bervariasi antara beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada lokasi gigitan dan jenis virus. Ini membuat rabies sangat berbahaya karena penderita sering tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.
  4. Tidak Ada Pengobatan Setelah Gejala Muncul
    Begitu gejala rabies mulai muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan rabies setelah gejala berkembang, sehingga sangat penting untuk segera mendapatkan perawatan setelah digigit atau dicakar oleh hewan yang dicurigai terinfeksi.
  5. Pencegahan yang Dapat Dilakukan
    • Vaksinasi Hewan Peliharaan: Menjaga agar hewan peliharaan seperti anjing dan kucing divaksinasi rabies secara rutin.
    • Pencegahan Gigitan: Hindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang tidak diketahui status kesehatannya.
    • Vaksinasi Manusia: Orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, seperti petugas kebersihan atau mereka yang sering bekerja dengan hewan, bisa mendapatkan vaksin rabies sebagai tindakan pencegahan.
  6. Vaksinasi Setelah Terpapar
    Jika seseorang digigit oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera melakukan perawatan medis adalah langkah yang sangat penting. Pemberian vaksin rabies pasca-paparan dapat mencegah terjadinya infeksi jika diberikan dalam waktu yang tepat.

Pencegahan adalah kunci untuk memerangi rabies. Oleh karena itu, menjaga kebersihan, vaksinasi rutin untuk hewan peliharaan, dan menghindari kontak dengan hewan liar adalah langkah-langkah penting untuk melindungi diri dari bahaya rabies.

PERIODONTITIS HARUS DITANGANI DENGAN SPESIALIS YANG TEPAT

Dokter spesialis periodonsia adalah dokter gigi yang memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis, mencegah, dan merawat masalah yang terkait dengan jaringan penyangga gigi, yaitu gusi, tulang penyangga gigi, dan ligamen periodontal. Keahlian ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan, karena periodonsia berfokus pada penanganan penyakit yang dapat mempengaruhi stabilitas gigi dalam rongga mulut.

Beberapa kondisi yang biasanya ditangani oleh dokter spesialis periodonsia antara lain:

  • Penyakit Gusi (Gingivitis dan Periodontitis): Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan plak yang mengeras menjadi tartar, yang dapat merusak gusi dan tulang penyangga gigi.
  • Gusi Berdarah: Terjadi ketika gusi terinfeksi dan mengalami peradangan, yang dapat menyebabkan perdarahan saat menyikat gigi.
  • Penyakit Periodontal Lanjutan: Pada tahap lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada tulang yang mendukung gigi, sehingga gigi bisa goyah atau bahkan tanggal.
  • Penurunan Gusi: Gusi yang turun dapat menyebabkan gigi terlihat lebih panjang dan meningkatkan risiko kerusakan gigi atau sensitivitas.
  • Implan Gigi: Dokter periodonsia juga terlibat dalam prosedur implan gigi, yang bertujuan menggantikan gigi yang hilang dengan menanamkan akar gigi buatan ke dalam tulang rahang.

    Dokter spesialis periodonsia tidak hanya berfokus pada perawatan, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut, serta cara-cara yang tepat dalam merawat gigi dan gusi agar tetap sehat.

 PERIODONTITIS slide 1

PERIODONTITIS slide 2

PERIODONTITIS slide 3