RS Syarif Hidayatullah – Menemukan benjolan pada payudara sering kali menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan bagi banyak wanita. Anggapan bahwa setiap benjolan adalah kanker payudara masih sangat melekat di masyarakat. Padahal, secara medis, tidak semua benjolan pada payudara bersifat ganas.
Memahami perbedaan antara tumor payudara jinak dan kanker payudara (tumor ganas) sangatlah penting. Deteksi dini yang tepat bukan hanya memberikan ketenangan pikiran, tetapi juga menentukan langkah penanganan medis yang paling efektif.
lustrasi perbedaan tumor jinak dibandingkan kanker payudara. (Foto: Dok.Mitra Keluarga)
Apa Itu Tumor Payudara dan Kanker Payudara?
Secara umum, tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal atau berlebihan pada jaringan tubuh. Tumor terbagi menjadi dua kategori utama:
- Tumor Payudara Jinak: Merupakan benjolan yang pertumbuhannya lambat, tidak menyerang sel sehat di sekitarnya, dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain (tidak bermetastasis). Contoh umum adalah fibroadenoma mammae (FAM) dan kista payudara.
- Kanker Payudara (Tumor Ganas): Merupakan kumpulan sel abnormal yang tumbuh secara tidak terkendali, bersifat agresif, dan memiliki kemampuan untuk merusak jaringan sehat di sekitarnya serta menyebar ke organ jauh seperti paru-paru, hati, atau tulang.
9 Perbedaan Utama Tumor dan Kanker Payudara
Berdasarkan aspek medis, berikut adalah poin-poin yang membedakan keduanya:
- Mobilitas Benjolan: Tumor jinak biasanya terasa kenyal, bulat, dan mudah digerakkan (mobile) saat disentuh. Sebaliknya, benjolan kanker cenderung keras, permukaannya tidak rata, dan terasa terfiksasi (tidak bisa digerakkan).
- Pertumbuhan: Tumor jinak tumbuh sangat lambat, sementara sel kanker dapat berkembang dengan cepat dalam waktu singkat.
- Rasa Nyeri: Tumor jinak sering kali menimbulkan nyeri yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Kanker payudara pada stadium awal justru sering tidak menimbulkan rasa sakit.
- Perubahan Kulit: Kanker payudara sering disertai perubahan kulit seperti kerutan (seperti kulit jeruk/ peau d'orange), kemerahan, atau luka yang sulit sembuh. Hal ini jarang terjadi pada tumor jinak.
- Kondisi Puting: Pada kasus kanker, puting dapat tertarik ke dalam (retraksi) atau mengeluarkan cairan bercampur darah.
- Penyebaran: Tumor jinak tetap di tempat asalnya, sedangkan kanker bisa menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak atau leher.
- Dampak Kesehatan: Tumor jinak tidak membahayakan nyawa, sedangkan kanker payudara berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.
- Risiko Kekambuhan: Tumor jinak yang sudah diangkat jarang muncul kembali. Namun, kanker memiliki risiko kekambuhan (relaps) meski sudah menjalani pengobatan.
- Prognosis: Harapan sembuh untuk tumor jinak sangat tinggi. Untuk kanker, peluang kesembuhan sangat bergantung pada stadium saat pertama kali didiagnosis.
Penyebab dan Faktor Risiko
Hingga kini, penyebab pasti mutasi sel pada payudara belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker payudara:
- Faktor Genetik: Adanya riwayat keluarga dengan kanker payudara (mutasi gen BRCA1 dan BRCA2).
- Hormonal: Paparan hormon estrogen yang tinggi, misalnya mulai menstruasi terlalu dini atau menopause yang terlambat.
- Gaya Hidup: Konsumsi alkohol, merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.
- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun.
Cara Mengatasi dan Pengobatan
Penanganan medis ditentukan berdasarkan jenis diagnosa yang ditegakkan oleh dokter spesialis bedah melalui pemeriksaan fisik, USG mammae, Mamografi, atau biopsi.
- Untuk Tumor Jinak: Jika ukurannya kecil dan tidak mengganggu, dokter mungkin hanya akan melakukan observasi rutin. Namun, jika benjolan membesar atau menyebabkan nyeri, tindakan pengangkatan (lumpektomi) dapat dilakukan.
- Untuk Kanker Payudara: Penanganan bersifat multidisiplin, meliputi operasi (mastektomi atau lumpektomi), kemoterapi, radioterapi, terapi hormonal, hingga imunoterapi untuk mematikan sel kanker secara tuntas.
Kesimpulan
Penyakit tumor maupun kanker payudara merupakan kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan maupun komplikasi serius. Kesadaran untuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap bulan adalah langkah awal yang sangat krusial dalam deteksi dini.
Apabila ditemukan benjolan, perubahan bentuk, atau keluhan tidak biasa pada payudara, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang dan penanganan medis yang tepat.
“Deteksi Dini, Lindungi Diri, Jaga Kesehatan Payudara Sejak Dini.”
Ditinjau Oleh : dr. Kania Difa P, Sp.B
Referensi:
Halodoc. (2025, 24 September). Tumor payudara: Penyebab, gejala, dan cara mengatasinya. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/tumor-payudara-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya
Alodokter. (2025, 24 Maret). Kanker payudara - Gejala, penyebab, dan pengobatan. Diakses dari https://www.alodokter.com/kanker-payudara
Rumah Sakit Royal Progress. (2025, 3 Februari). 9 perbedaan tumor dan kanker payudara, jangan sampai salah!. Diakses dari https://royalprogress.com/id/blog/spesialisasi-medis/pusat-kesehatan-wanita/perbedaan-tumor-dan-kanker-payudara/

