Menyerang Tanpa Peringatan! Mengenal Angin Duduk: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Menyerang Tanpa Peringatan! Mengenal Angin Duduk: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

fShare
Tweet

RS Syarif Hidayatullah – Istilah "angin duduk" sering kali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat dan kerap disalahartikan sebagai masuk angin biasa yang bisa sembuh hanya dengan dikerok. Padahal, dalam dunia medis, kondisi yang dikenal sebagai Angina Pectoris ini merupakan sinyal darurat dari jantung yang bisa berakibat fatal.

Ilustrasi nyeri dada hebat seperti tertindih beban berat yang menjadi gejala utama Angina Pectoris. (Foto: Fahum UMSU)

Data dari dokter spesialis jantung menunjukkan bahwa serangan ini menyerang tanpa peringatan, terutama saat jantung dipaksa bekerja ekstra keras. Lantas, bagaimana cara membedakannya dengan nyeri dada biasa?

Apa Itu Angin Duduk (Angina Pectoris)?

Angin duduk atau Angina Pectoris adalah nyeri dada hebat yang terjadi akibat otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Berbeda dengan masuk angin, keluhan ini lebih sering muncul saat penderitanya sedang beraktivitas fisik, di mana jantung memompa darah lebih cepat namun pasokannya terhambat.

Gejala Angin Duduk yang Wajib Diwaspadai

Berdasarkan penjelasan medis, gejala angin duduk memiliki karakteristik yang sangat khas. Segera waspadai jika Anda merasakan:

  • Nyeri Dada Khas: Dada terasa seperti ditekan, tertindih benda berat, atau terasa panas seperti terbakar.
  • Nyeri Menjalar: Rasa sakit tidak hanya berpusat di dada sebelah kiri, tapi menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung.
  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas yang muncul bersamaan dengan nyeri.
  • Gejala Penyerta: Muncul keringat dingin yang berlebihan, mual, hingga rasa lemas yang luar biasa.
  • Penurunan Kesadaran: Dalam kondisi berat, penderita bisa mengalami pingsan atau hilangnya kesadaran secara mendadak.

Langkah Diagnosis di Rumah Sakit

Jika Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, dokter spesialis jantung akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan sumbatan. Beberapa prosedur medis yang umum dilakukan antara lain:

  1. Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung.
  2. Ekokardiografi (ECHO): USG jantung untuk melihat struktur dan fungsi pompa jantung.
  3. Rontgen Dada: Melihat gambaran paru-paru dan ukuran jantung.
  4. CT Scan Jantung: Memberikan gambaran detail pembuluh darah koroner.
  5. Pemeriksaan Darah: Mengecek kadar enzim jantung sebagai indikator adanya kerusakan otot jantung.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jangan menunda waktu. Jika nyeri dada tidak membaik dengan istirahat atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis.

Pesan Dokter: "Jangan menganggap remeh nyeri dada yang menjalar. Penanganan yang terlambat bisa berakibat fatal pada kerusakan permanen otot jantung. Deteksi dini adalah cara terbaik untuk menyelamatkan hidup Anda."

Konsultasi Spesialis di RS Syarif Hidayatullah

Bagi Anda yang merasakan gejala di atas atau ingin melakukan screening kesehatan jantung secara menyeluruh, jangan ragu untuk periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.

Dengan dukungan dokter spesialis jantung yang berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Rumah Sakit Syarif Hidayatullah siap memberikan penanganan cepat dan tepat untuk menjaga kesehatan jantung Anda dan keluarga.

Segera buat janji temu atau kunjungi layanan IGD kami jika Anda mengalami kondisi darurat.

Copyright ©2026 RS Syarif Hidayatullah


main version