Artikel Kesehatan

hotline atas2

Diedit oleh : M.Ridwan.Hidayatuloh

04 Juli 2019, 09:16 WIB

Sumber : doktersehat.com, lifestyle.okezone.com

 8 sarapan sehat penambah energi di pagi hari

Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (04/07/2019), Karena bangun kesiangan atau khawatir akan terkena kemacetan, banyak orang yang akhirnya memilih untuk tidak sarapan dan mengonsumsi brunch.

 Apa itu brunch? Brunch adalah sebuah istilah yang digunakan saat menyantap makanan ketika di luar waktu makan antara sarapan dan makan siang. Istilah brunch merupakan singkatan dari breakfast (sarapan) dan lunch (makan siang).Waktu menyantap brunch adalah mulai pukul 11.00-15.00 WIB.

Brunch berasal dari Inggris sekitar 1800-an dan disajikan dengan cara prasmanan, kemudian kegiatan ini menjadi popular di Amerika Serikat sejak 1930-an dan terus berkembang ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. menu brunch biasanya terdiri dari jenis makanan yang tidak berat seperti main course tetapi juga bukan snack yang biasa dibuat camilan. Beberapa menu brunch ini antara lain bisa berupa makanan manis dan bisa juga makanan gurih. Burger, sandwich, pancake dan éclair termasuk beberapa dari contoh menu brunch.

Di Indonesia menu brunch bisa dinikmati di kafe-kafe, orang sering menyantap makanan brunch sambil melakukan kegiatan seperti rapat, ngobrol dengan teman atau lain sebagainya. Brunch juga terkadang dilakukan saat sore hari sambil menyeruput secangkir teh atau kopi. Oleh karena itu brunch sering dijadikan ajang bersosialisasi dengan sesama teman atau keluarga.Tidak hanya itu, brunch juga terkadang bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak sempat menyantap sarapan namun harus segera menghadiri meeting atau kegiatan lainnya.

Pakar kesehatan Jansen Ongko menyebutkan bahwa sarapan pagi bisa mempengaruhi pola makan seharian kita, baik itu makan siang, makan malam, hingga konsumsi camilan. Agar tidak mengonsumsi makanan di waktu-waktu tersebut dengan berlebihan, Jansen menyarankan kita untuk mengonsumsi sarapan yang mencukupi kebutuhan 15-30 persen gizi harian. Sementara itu, Ketua Pergizi Pangan Hardinsyah menyebutkan bahwa demi mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, ada baiknya kita memastikan sarapan pagi kita mencakup sumber karbohidrat, protein, serat dari buah dan sayur, vitamin, mineral, serta lemak sehat.

Selain itu,demi mendapatkan manfaatnya secara maksimal, ada baiknya kita juga tidak mengonsumsinya terlalu siang. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi sarapan pagi sekitar setengah jam atau satu jam setelah kita bangun tidur. batasan paling siang untuk mengonsumsi sarapan adalah pukul 09.00 pagi atau sebelum kita benar-benar disibukkan dengan aktivitas fisik.

Jika kita sarapan di atas jam tersebut, maka hal ini sudah tidak bisa dianggap sebagai sarapan dan kita pun akan cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan dan camilan setelahnya. Telah menjadi rahasia umum jika melewatkan waktu sarapan bisa berimbas pada tubuh yang lemas, susah berpikir, memicu kenaikan berat badan, hingga menyebabkan gangguan pencernaan seperti masalah asam lambung. Karena alasan inilah ada baiknya kita selalu mengonsumsinya sebelum pukul 09.00.